Kini mobil-mobil mewah umumnya sudah menggunakan transmisi yang beroperasi secara otomatis. Artinya, pengemudi tak perlu lagi capek menginjak kopling untuk ganti gigi. Pada mobil dengan transmisi manual, untuk pindah gigi kopling harus ditekan.
Kenyataan lain, dari seluruh sistem kontrol mobil yang harus dioperasikan pengemudi, kopling yang paling banyak menyita tenaga. Di samping itu, tingkat pengoperasiannya juga sangat tinggi, terutama bila jalan macet atau padat merayap!Cepat Habis
Kendati demikian, ternyata masih banyak di antara kita yang masih berasumsi negatif terhadap transmsi otomatik. Hal ini, juga diakui oleh produsen mobil. Misalnya, bila mogok, mobil dengan transmisi otomatis tidak bisa didorong. Kalau sering digunakan di daerah pergunungan, rem cepat habis.
Semua itu asumsi masa lalu. Kini, semakin banyak transmisi otomatik, produsen menyediakan mekanik yang dengan kemampuan lebih cepat memperbaikinya bila ada masalah. Malah, kini juga ada bengkel-bengkel umum yang bisa menguras seluruh ATF (automatic transmission fluid) di dalam transmisi dan lantas diisi dengan yang benar-benar baru dan bersih.
Pada mobil sekarang yang menggunakan sistem injeksi, bila baterai soak mesin tidak akan bisa hidup. Pasalnya, komputer mesin mendapatkan energi dari baterai. Karena itu, posisi transmisi manual dan otomatik sama saja!
Lantas, kalau rem boros di daerah yang banyak turunan, penyebabnya, dipastikan pengemudi terlalu santai . Membiarkan transmisi pada posisi “D” saja. Padahal, D adalah gigi tertinggi.
Tetap Bekerja
Untuk mengurangi beban kerja rem, harus dimanfaatkan efek “engine brake” dengan menggunakan gigi yang lebih rendah. Dalam hal ini, bisa saja “2” atau kalau lebih curam dan licin, harus “L”. Sama dengan gigi rendah, 3 atau 2 pada transmisi manual. Sedangkan untuk berakselerasi, harus melakukan kick down atau menginjak pedal gas dengan cepat!
Jadi, mengemudi dengan transmisi otomatik bukan berarti tangan tidak bekerja sama sekali. Pada kondisi medan tertentu, 3, 2 dan L harus digunakan. Tangan masih harus aktif. Hanya kaki kiri yang benar-benar santai. Tak perlu injak kopling sama sekali. Misalnya, di turun atau berakselerasi di tanjakan!
Malah pada kondisi macet, dengan melepaskan pedal rem, dan transmi pada posisi “D” mobil merangkak tanpa harus menginjak rem.
Kalau sudah merasakan enaknya transmisi otomatik, terutama bagi mereka yang menyetir sendiri, dan harus sering melewati jalanan macet dan tingkat mobilitas tinggi, dipastikan tak akan mau kembali ke manual kalau tidak terpaksa. Malah rela mengeluarkan biaya tambahan, baik untuk transmisinya yang lebih mahal plus konsumsi bahan bakar yang sedikit lebih banyak dibandingkan manual!
Sabtu, 21 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


2 komentar:
woi di baca ya!!!!
aq aja gak bisa nyetir ko' ngasih referensi ini kemarin mimpi aja khursus xetir. syukur tak tak tulis........
Posting Komentar