Kamis, 29 Oktober 2009

Ayo Bekerja

Latar Belakang
            Allah menciptakan manusia dengan banyak karunia di dunia, dan untuk mendapatkan karunia itu, manusia harus berusaha mencarinya. Seperti ibarat kata bekerjalah untuk dunia seolah – olah kamu hidup selamanya dan beribadalah kamu seolah – olah kamu mati besok.
Dari ungkapan kata tersebut dapat kita ambil hikmahnya. Seperti dalam agama kita, kitab wajib beribadah kepada Allah setiap saat, tetapi allah juga mengharuskan hambaNya untuk kehidupannya di dunia. Kita hidup di dunia memerlukan makan, pakaian, tempat tinggal, dan kehidupan social yang lain, semua itu kita dapat jika bekerja.
Seseorang dikatakan profesional jika ia memiliki keahlian dan sungguh-sungguh dalam menyelesaikan pekerjaannya. Semakin baik dan sempurna hasil pekerjaan yang dilakukannya, kita akan sepakat mengatakan itulah profesional sejati. Disamping itu, ciri dari seorang profesional adalah adanya etos kerja yang tinggi dan selalu bersemangat dalam bekerja. Etos kerja inilah yang membuat seseorang mampu bekerja dengan baik dan optimal.
Dalam Islam, etos kerja (himmatul ‘amal) merupakan bagian yang amat penting dan mendasar. Dimana Islam mendorong setiap manusia untuk selalu bekerja keras serta bersungguh-sungguh mencurahkan tenaga dan kemampuannya dalam bekerja.

Kualitas Kerja
Kualitas dan mutu suatu kerja amat dipentingkan dalam Islam. Allah Ta’ala telah menyuruh setiap muslim untuk memperhatikan keindahan dan kesempurnaan ciptaan-Nya.
Firman Allah Ta’ala: “Dan engkau akan melihat gunung - gunung, yang engkau kira tetap ditempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan. (Itulah) ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sesungguhnya Ia Maha Teliti apa yang kamu kerjakan.” (An-Naml : 88).
“Sibghah (celupan) Allah, siapa yang lebih baik sibghahnya dari pada Allah? Dan kepada-Nya kami menyembah.” (Al-Baqarah : 138).
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik - baiknya.” (At-Tin : 4).